Pemkab Sergai Implementasikan Aplikasi “Nelayan Go Online”


19 Okt 2017, 231

Sei Rampah, serdangbedagaikab.go.id

Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengarahkan kita ke era serba digital, membuat manusia memasuki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat  serba elektronik. Teknologi menjadi alat yang sangat membantu manusia karena dengan teknologi dapat lebih muda mengakses apa yang kita inginkan seperti pada sektor informasi agar lebih mudah mengakses informasi yang kita butuhkan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman saat membuka Pelaksanaan Implementasi Aplikasi “Nelayan Go Online” tahun 2017 bertempat di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Rabu (18/10).

Selain Bupati H. Soekirman hadir juga Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) Septriana Tangkary, Kadis Kominfo Sergai H Ikhsan, AP, Kadis Perikanan dan Kelautan Sri Wahyuni Pancasilawati, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sergai M Khaidir, SE, para Serikat Nelayan serta para nelayan se-Sergai.

Lebih lanjut disampaikan Bupati H Soekirman,  di zaman yang serba online seperti sekarang ini lebih mempermudahkan kita dalam mencari kebutuhan yang kita inginkan seperti membeli barang, menjual barang, menggali ilmu pengetahuan serta mencari informasi.

Berbagai inovasi teknologi terus diciptakan dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan indonesia. “Dahulu nenek moyang kita mengarungi lautan untuk menangkap ikan mengandalkan posisi benda langit seperti bintang, bulan dan matahari sebagai panduan navigasi di laut. Namun sekarang telah ada kompas digital dan Global Positioning System  (GPS) yang memberikan posisi lebih akurat dan jelas meliputi koordinat gambar peta,” terang Bupati.

Bupati Soekirman menambahkan, Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat terdiri dari 17 kecamatan dengan luas wilayah keseluruhan ±1.900,22 KM² dengan panjang garis pantai ± 55 KM, memiliki potensi pada sektor kelautan dan perikanan. Pada sektor perikanan tangkap yang dilakukan di 5 (lima) kecamatan yaitu Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah dengan jumlah nelayan sebanyak 12.854 jiwa. Pada tahun 2016 produksi perikanan tangkap di Sergai mencapai 25.567 ton.

Beragam masalah pun dihadapi nelayan Sergai seperti faktor cuaca dan gelombang laut yang belakangan ini cenderung tidak dapat diprediksi, jalur penangkapan ikan, permasalahan harga hasil tangkapan yang cenderung tidak setabil serta aktivitas illegal fishing yang masih terjadi di Sergai, ujarnya. Permasalahan permasalahan yang terjadi, maka secara langsung berkaitan dengan kondisi perekonomian masyarakat nelayan, dengan adanya aplikasi baru “Nelayan Go Online”diharapkan mampu  membawa dampak yang positif dan menjadikan nelayan Sergai yang maksimal dalam menghasilkan walaupun alat tangkap tradisional, pungkas Bupati.

Sementara itu Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kementrian Kominfo RI Septriana Tangkary dalam sambutannya mengemukakan bahwa salah satu program ekonomi kerakyatan berbasis digital disektor nelayan adalah “Nelayan Go Online”. Tujuannya diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan disektor perikanan dengan penggunaan teknologi informasi dan memfasilitasi pengembangan aplikasi yang tepat untuk menunjang pengusahaan nelayan serta kinerja sektor perikanan.

Disampaikannya juga bahwa tahun 2017 ini program “Nelayan Go Online” menyasar ke 3 (tiga) lokasi yang berada di Provinsi Sumut, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kabupaten Sergai menjadi salah satu dalam program kegiatan tersebut di Sumut. Program ini didukung antara lain pertama Aplikasi informasi dasar bagi nelayan dan Marketplace Perikanan, kata Septriana Tangkary.